Zona-reana: seperlima abadmu :)

seribuarea-nakecil:

Usai hari ini,

Izinkan aku bercerita, kawan

Tak akan banyak, hanya beberapa pengantar

Untuk sedikit memberi penekanan bahwa aku masih mengingatmu

Aku sama sekali tak tau apa yang terjadi 20 tahun yang lalu

ketika semesta ini memutuskan untuk bertemu denganmu

Ia sepertinya sungguh sudah…

buat alvin:
speechless lagi. justru aku yang terimakasih sudah dipertemukan denganmu, dengan kalian di sini. terimakasih untuk meluangkan waktunya di kala kesibukkan. that’s so lovely. jangan capek jadi teman, pendamping, pengingatku ;)

the man

setiap kali aku berjalan untuk mencari makan malam dan melihat para penjual yang sudah memasuki usia lanjut usia, perih sekali rasanya..mata mereka terlihat lelah sekali, ngantuk..
benakku langsung teringat pada sosok pria nun jauh di kota satria,

duhai ayah..sedang apa engkau di sana?

lelahkah engkau seperti mereka?

aku..tahu aku tak boleh lemah dan menangis mengingatmu, tapi aku juga tidak mungkin mengingkari hati ini gemetar setiap melihat para lansia itu,
aku selalu takut menambah angka setiap tahun karena aku tahu usiamu juga semakin merangkak naik, entah sampai pada tangga keberapa aku ingin menjaga tanggamu agar tetap seimbang ketika kau naiki, dan aku ingin membuatmu tenang bahwa aku akan selalu ada walau hanya sekadar memegangi tanggamu,

yah, aku amat rindu, hingga ia mendekati perasaan takut yang tak sanggup aku definiskan.

think smartfren! haha

ask what they want to reply, answer what they want to prove, sometimes laugh doesn’t prove someone who expert on joking, it just show how appreciate you to the conversation, just it, and laugh at them back. haha haha

kesiapan untuk menghadapi resiko seharusnya memang jauh lebih matang ketimbang bersiap mengambil keputusan.

pilihan itu kejam,

hidup adalah pilihan,

resiko sifatnya menyertai keputusan bukan mengakhirinya, kalau resiko di akhir keputusan bukan lagi resiko namanya, tapi penyesalan :)